Bupati Umbara Rombak Kabinetnya, 4 Pejabat Tinggi Dimutasi

Ngamprah, BBPOS – Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna merombak kabinetnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Mereka ada empat pejabat ASN tinggi pratama yang dilantik di kantor Bupati Ngamprah, Rabu (1/4/2020).

Aa umbara mengungkapkan, sesuai Undang- undang no 5 tahun 2014 tentang Apartur Sipil Negara (ASN) dan peraturan pemerintah no 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS dimana panitia seleksi telah memfasilitasi uji kompetensi untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) melalui mutasi dari satu JPT ke JPT lain dan memenuhi syarat 2 tahun dan telah mendapat persetujuan komisi aparatur sipil negara (KASN) no B-898/KASN/03/2020.

“Hari ini saya merotasi mutasi pejabat eselon II di lingkup Bandung Barat,” ujar Aa Umbara Sutisna di ruang kerjanya, Rabu (1/4/2020).

Masih kata umbara, ketiga pejabat JPT Pratama atau setara kepala dinas yang dilantik tersebut, masing-masing yakni Imam Santoso menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dari posisi sebelumnya sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), sedangkan posisi Kadisdik sekarang masih akan dijabat oleh Plt.

Selanjutnya Ludi Awaludin, yang sebelumnya Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) sekarang resmi menjadi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora). Adapun Kadispora KBB sebelumnya Ade Sudiana kini menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) yang menggantikan Kepala Dinas UMKM sebelumnya Ade Wahidin.

Sementara itu, Ade Wahidin sendiri kini resmi menjabat sebagai Kepala Diskominfotik.

Bupati Aa Umbara berharap agar para pejabat yang baru dilantik tersebut bisa bekerja maksimal dan menyesuaikan dengan masing-masing pekerjaannya.

“Bapak-bapak sekarang mendapatkan jabatan baru. Bapak-bapak juga harus bisa bekerja di dinas yang baru. Saya berharap sekarang bapak-bapak bisa bekerja dengan baik,” kata Bupati.

Bupati juga menegaskan, tujuannya untuk melakukan penyengaran terhadap ASN.

“Jujur bapak tidak ada tendensi atau punishment. Jadi jangan salah persepsi. Yang pasti bapak ingin yang terbaik dan bisa maksimal melayani masyarakat,” kata Bupati.