Kehabisan Obat-obatan, RSUD Cikalongwetan “Tolak” Ratusan Pasien

Cikalongwetan,BBPOS – Warga Kecamatan Cikalongwetan dan sekitarnya mengeluhkan tak mendapat pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalogwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Mereka malah dirujuk ke Puskesmas dan keklinik terdekat, lantaran rumah sakit tersebut kehabisan obat-obatan.

Salah seorang warga Cikalongwetan, Ipan mengeluh ketika dirinya hendak berobat harus dirujuk ke Puskesmas terdekat. “Katanya sih, stok obat-obatan habis, sehingga saya dirujuk ke Puskesmas,” ungkapnya, Selasa (18/2/2020)..

Ipan mengaku heran sekelas RSUD bisa kekurangan obat-obatan. “Diadakan RSUD kan untuk memaksimalkan pelayanan masyarakat, kenapa ketersedian obat-obatan bisa kurang dan obat-obatan malah banyak di Puskesmas,” keluhnya.

Kasubag TU RSUD Cikalongwetan, Harry Suseno mengaku, habisanya obat-obatan di RSUD lantaran belum turun anggaran dari dinas untuk pembelian obat-obatan.

“Yang kosong saat ini reagen. Terpaksa warga yang berobat kami rujuk ke Puskesmas atau klinik terdekat yang mempunyai laboratorium,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Menurut dia, dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) belum ditandatangani. “Sepertinya untuk pengadaan obat-obatan,” ucapnya.

Sementara habisnya obat-obatan di RSUD Cikalongwetan tidak sebanding dengan pasien yang berobat. Ini dikarenakan pasien yang berobat tidak hanya di wilayah KBB namun juga ada dari Cianjur dan sekitarnya. “Kami sudah ajukan ke dinas soal itu, kami masih menunggu,” sebutnya.

Direktur RSUD Cikalongwetan, dr Ridwan Abdulah Putra membenarkan, obat-obatan habis di RSUD Cikalongwetan.

“Ya begitulah kita namanya rumah sakit sekelas UPT (Unit Pelaksana Teknis),” kata Ridwan.

Ridwan mengakui, habisnya obat-obatan di rumah sakit yang dipimpinnya lantaran belum turunnya anggaran di DPA dinas.

“Kami bisa apa hanya bisa mengelus dada saja. Pinginnya lumpat ya itu kesandung batu,” selorohnya.

Anggaran murni 2021 yang belum turun menjadi hambatan juga oprasional untuk RSUD Cikalongwetan. Di antaranya, bahan habis pakai, obat-obatan, reginsial juga alat-alat kebersihan.

“Kami memanfaatkan yang ada-ada saja kalau tidak ada mau bagaimana lagi. Beberapa pasien jika tidak tersedia (obat-obatan) pasti kita rujuk,” tuturnya.

RSUD Cikakongwetan saat ini belum berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menjadi hambatan belum bisa menjalankan anggaran sendiri, dan masih tergantung dalam DPA dinas.

“Kita belum BLUD jadi belum bisa menggunakan anggaran masih di DPA dinas,” tandasnya.

Sementara itu, belum ada keterangan dari Dinas Kesehatan soal kekuarangan obat-obatan tersebut. Kadinkes KBB Hernawan Widjayanto belum mengangkat saat dihubungi redaksi.