Rumah Nyaris Ambruk, Bantuan Tak Kunjung Datang

Ngamprah, BBPOS – Realisasi Bantuan Rumah Swadaya (BRS) tingkat KBB yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 tak kunjung dirasakan oleh Ratna Djuwita (64) warga asal Kampung Cempaka RT 03 RW 03, Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah.

Padahal Ratna telah mengikuti sosialisasi yang diselenggarakan di Aula Desa Cimareme, pada Selasa 23 Juli 2019 lalu sebagi penerima manfaat bantuan tersebut.

Ratna mengatakan, dirinya mengaku kebingungan harus berbuat apalagi, agar bantuan tersebut segera dirasakan. Pasalnya, rumah yang ia tinggali bersama 2 Kepala Keluarga (KK) lainnya nyaris roboh.

“Setiap hujan datang kami ketakutan rumah ambruk,”katanya pada BBPOS, Kamis (16/1/2020).

Ia menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengetahui sejauh mana proses realisasi bantuan tersebut. Ratna menyebut, saat menghadiri undangan dari Disperkim KBB dirinya telah mengisi berbagai persyaratan administrasi.

“Ada petugas dari Bank BJB pas rapat tersebut, sepertinya membuat buku rekening,”katanya.

Masih kata Ratna, saat itu ia pun sempat diberi pemahaman secara tehnis terkait pencairan yang diterima sebagai penerima manfaat BRS.

“Katanya dikasih Rp17,5 juta per rumah yang mendapatkan bantuan. Untuk yang Rp15 juta buat bahan bangunan dan sisanya untuk ongkos pengerjaan,”katanya.

Sejauh ini, Ratna kerap kali menanyakan kepada aparat desa setempat terkait kejelasan bantuan yang ia harapkan segera terealisasi.

“Setiap saya ke desa untuk bertanya, jawaban yang diberikan selalu saja mengulur waktu dan disuruh bersabar,”katanya.

Bahkan Ratna menyebut, warga lain yang sama menerima manfaat BRS telah selesai dikerjakan pada tahun 2019 lalu. Hal itu yang membuatnya penasaran meminta kejelasan.

“Kalau saya nanyain terus takut dihapus sebagai penerima bantuan,”katanya.

Ia berharap, pihak terkait bisa memberikan penjelasan agar dirinya bersama keluarga tidak merasa diberi harapan palsu. Betapa tidak, tidak jarang petugas datang sekedar melakukan foto kondisi rumahnya.

“Pemda Bandung Barat kapan akan melakukan perbaikan rumah saya, saya takut,”katanya.