Kontraktor Proyek U-Ditch Kabur, Drainase di Kampung Kepuh Acak-acakan

Puluhan warga kampung Kepuh Desa/Kecamatan Padalarang bergotong royong merapihkan proyek U-Dith dengan swadaya. Minggu (5/1/2020). Foto: Hilman/BBPOS

Padalarang, BBPOS – Proyek akhir tahun 2019 di Kampung Kepuh Desa/Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB) acak-acakan. Kontraktor proyek yang disebut sebagai pihak ketiga pun tak bertanggung jawab, karena pemasangan U-Ditch yang asal-asalan ditinggal kabur begitu saja.

U-Ditch adalah saluran dari beton bertulang dengan bentuk penampang huruf U dan juga bisa diberi tutup. Umumnya digunakan untuk saluran drainase atau irigasi.

“Kami hari ini bersama rekan-rekan ojek membongkar jembatan besi penghubung Kampung Cidadap, dikarenakan membahayakan pengguna jalan sehingga temboknya retak dan besi beton menonjol ke atas bahu jalan,” ujar Jamar, Ketua Ojek Parapatan Kepuh. Minggu (5/1/2020).

Menurut Jamar, bukan hanya rekan-rekan ojek saja, sejumlah warga juga ikut membantu merapihkan U-Ditch di sepanjang Jalan Kepuh.

“Kita beli pasir dan semen secara swadaya untuk membenahi atau merapihkan proyek yang belum beres,” sebutnya

Ditempat yang sama, Ijay (39) tokoh pemuda Rw 09 kepuh mengatakan, pengusaha harus tanggung jawab dan membereskan proyek yang belum beres tersebut.

Rekan-rekan Ojeg parapatan Kepuh membongkar jembatan yang membahyakan pengguna jalan

“Kurang kumaha bager, warga Kepuh unggal aya nu gawe di harepen imahna dibere roko kopi jang anu gawe (kurang apalagi warga Kepuh setiap ada yang kerja di depan rumah diberikan kopi dan roko kepada pekerja, red),” ungkapnya.

Ijay mengaku, dari awal sosialisasi dengan warga pemasang U-Ditch di sepanjang jalan Kepuh itu dengan panjang 300 meter, kemudian berubah menjadi 500 meter dan berubah lagi 600 meter. Ditanya anggaran pun tak jelas dan papan proyek pun tidak ada.

“Saya mendengar anggarannya sembilan ratus juta rupiah lebih dan dari awal pekerjaan sampai akhir tidak ada papan proyek. Padahal itu kan harus dipampang biar warga mengetahuinya,” ujarnya.

Ditempat berbeda, Tokoh Masyarakat Kepuh Apid (45) menjelaskan, kontraktor pemasangan U-Ditch dari awal ngeyel. Buktinya hari ini setelah beres pekerjaan pemasangan U-Ditch, sarana warga tidak dihiraukan dan perjanjian dengan warga buktinya tidak ditanggapi serta dibiarkan acak-acakan.

“Pekerja dan orang keperercayaan pihak ketiga kabur, kalau tidak salah tanggal (31/12) hari Selasa,” ujar Apid.

Masih kata Apid, proyek gagal ini siapa yang akan tanggung jawab? menghubungi kepercayaan pengusaha juga tidak menjawab.

“Ya kita pasrah dan hari ini kita swadaya dengan warga untuk merapihkan kurang lebih panjangnya 400 meter sampai ke Kampung Kepuh Kidul,” ujarnya. (Dry)