Pemberdayaan Desa Mart Kuatkan Ekonomi BUMDes KBB

Rajamandala, BBPOS – Desa Mart merupakan perwujudan kepedulian Pemkab Bandung Barat dalam merealisasikan program penguatan ekonomi pedesaan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Oleh karena itu, program tersebut hadir pertama kali di Kabupaten Bandung Barat di penghujung tahun 2019.

Dengan menggandeng perusahaan minimarket Alfamart melalui program Coorporate Social Responsibilty (CSR), Desa Mart memiliki 4.500 item produk yang digadang-gadang menjadi minimarket modern milik BUMdes Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat. Rencananya, Desa Mart bakal hadir di beberapa desa di Kabupaten Bandung Barat.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, Desa Mart merupakan perwujudan dari pengelolaan ekonomi produktif yang dilakukan secara kooperatif, patisipatif, emansipatif, transparansi, akuntabel dan sustaniabel.

“Oleh karena itu, perlu upaya serius untuk menjadikan pengelolaan BUMdes berjalan dengan mandiri, efektif, efisien dan profesional,” ujar Umbara usai meluncurkan Desa Mart, di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (27/12/2019).

Program tersebut, kata Umbara, merupakan program hasil inisiatifnya lantaran melihat potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. Terlebih, perkonomian desa dinilai penting untuk terus dibangun dan diberdayakan.

“Yang pastinya saya optimis bakal meningkatkan pendapatan asli desa,meningkatkan potensi ekonomi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan juga menjadi tulang punggung perkembangan dan pemerataan ekonomi desa,” katanya.

Ia berharap, dengan mengedepankan perekonomian pedesaan dengan terus mendorong ekonomi kerakyatan, BUMdes bakal menjadi pilar terdepan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang ada di wilayahnya.

“Saya optimis sekali, Desa Mart ini bakal lebih maju dan berkembang di Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Sementara itu, Deni Ahmad Kepala Bidang Kerjasama dan Pengembangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) mengatakan, sejauh ini pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa pihak ketiga, namun hanya Alfamart saja yang menyanggupi mensuplai barang untuk diperjual-belikan di outlet Desa Mart milik Bumdes.

“Inikan (Alfamart) memberikan barang kepada Desa Mart untuk dikelola, jadi BUMDes hanya menyediakan tempat saja,” katanyakatanya, Jumat (27/12/2019).

Deni menyebut, dengan kerjasama yang dijalin tersebut, keberadaan minimarket modern tidak akan lebih banyak dari Desa Mart. Hal itu dilakukan guna memberikan kesempatan bagi BUMdes untuk mendapatkan income dari sector perdagangan kebutuhan pokok masyarakat.

“Minimal jumlahnya seimbang, menejemennya harus lebih baik. Oleh karena itu CSR beberapa perusahaan untuk didorong memberikan kontribusi pada BUMdes,” katanya.

Hingga saat ini, tidak lebih dari 80 desa yang masih menggerakkan BUMdes dari desa yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Deni menyebut, banyak faktor yang membuat BUMdes tidak berjalan dengan baik.

“Sekitar segituan lah kalau yang masih ada, Desa Mart ini percontohan bagi BUMdes yang lain,” katanya.