Wandiana : Pilkades Serentak di Kabupaten Bandung Barat Berjalan Lancar

Ngamprah BBPOS- Kabupaten Bandung Barat melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 112 desa yang ada di wiliyahnya,Minggu (24/11).

Tercatat sebanyak 558 calon kepala desa mengikuti pesta demokrasi lima tahunan tersebut dan 43 orang diantaranya merupakan calon dari perempuan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) KBB, Wandiana mengatakan, terdapat 42 desa yang memiliki calon lebih dari lima orang. Oleh karena itu, sebelumnya dilakukan seleksi terlebih dahulu.

“Berdasarkan hasil seleksi dinyatakan 96 tidak lolos dan 210 orang lolos. Sementara itu di 70 desa lain yang calonnya kurang dari 5 orang sebanyak 348 orang,” katanya, Senin (25/11/2019).

Proses pemungutan suara dilakukan hingga Pukul 13.00 WIB, selanjutnya perhitungan suara dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menyerahkan berita acara kepada BPD.

“Hal tersebut sesuai dengan Pasal 53, Perbub no 35 tahun 2019 tentang petunjuk pelaksanaan teknis pilkades serentak tingkat KBB,” katanya.

Wandiana mengatakan, setelah perhitungan selesai dan ditandatangani oleh pihak terkait, calon kepala desa yang terpilih langsung ditetapkan.

Ia menyebut, animo masyarakat cukup tinggi dalam perhelatan pilkades serentak di KBB. Hingga saat ini, pelaksanaan pilkades berlangsung kondusif.

“Antusiasme masyarakat cukup tinggi pada pilkades ini, Daftar Pemilih Tetap tercatat berjumlah 836.384 orang,” katanya.

Disinggung jika ada pihak yang kurang puas dengan hasil Pilkades, Wandiana menegaskan, pihak terkait bisa mengajukan keberatan hasil pilkades dalam tiga hari ke depan.

“Hasilnya kan langsung ditetapkan, berbeda dengan pelaksanaan Pilpres dan Pileg. Jika ada yang keberatan silahkan datang ke panitia desa melaporkan pelaporan berdasarkan bukti otentik,” pungkasnya.

Namun demikian, ia berharap, proses perhitungan suara hingga penetapan calon kades terpilih berjalan sesuai dengan harapan semua pihak.

“Harapannya usai Pilkades tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, semua pihak kembali bersatu dan memajukan Kabupaten Badung Barat,” pungkasnya.