Pemda Bandung Barat Ajak Dunia Usaha dan Pendidikan Atasi Masalah Sampah

Lembang, BBPOS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kebupaten Bandung Barat menggelar kegiatan sosialisasi peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup, di Grafika Cikole, Lembang, Kamis (10/10/2019).

Kegiatan bertema “Biru Langitku Hijau Bumiku” tersebut dihadiri oleh sekolah berwawasan lingkungan (Adiwiyata) KBB, masyarakat pemerhati lingkungan hidup dan satgas citarum harum sektor 9, 10 serta 22.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Apung Adiyat Purwoko mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dan memelihara lingkungan terutama warga sekolah.

“Jumlah sekolah di KBB sangat banyak dari mulai SD, SMP hingga SMA. Untuk mensosialisasikan sekolah berwawasan lingkungan (adiwiyata) tidak dapat menggunakan dari dana pemerintah saja,” ujarnya usai mengikuti kegiatan, Kamis (10/10/2019).

Ia menjelaskan, hingga saat ini sekolah yang mengikuti program adiwiyata di Kabupaten Bandung Barat baru 17 sekolah yang terdiri dari jenjang SD sampai SMA. Dari angka tersebut sudah menunjukan tingkat kesadaran yang cukup baik dalam mengelola permasalahan sampah.

“Menjaga lingkungan dimulai dari lingkungan sekolah dengan program penguatan karakter warga sekolah,” katanya.

Masih kata Apung, kegiatan sosialisasi tersebut juga sebagai upaya Pemda Bandung Barat menggandeng dunia usaha untuk berperan aktif dalam menanggulangi masalah lingkungan hidup terutama akibat permasalahan sampah plastik.

“Selain warga sekolah yakni siswa, guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya untuk berperan aktif dalam melestarikan lingkungan, juga dunia usaha dalam membiayai program tersebut melalui alokasi yang berasal dari CSR,” katanya.

Dalam waktu dekat kata Apung, perusahaan yang ada di Bandung Barat akan dihimbau untuk menyukseskan program sekolah berwawasan lingkungan. Pasalnya, program tersebut dinilai efektif mengurangi dampak buruk bagi lingkungan yang berasal dari sampah plastik.

Bahkan Apung tidak akan segan-segan menindak perusahaan yang enggan turut serta mengatasi permasalahan sampah melalui peningkatan kesadaran yang ditanamkan di lingkungan sekolah.

“Saya berharap perusahaan bisa bekerjasama dengan baik menyukseskan program ini. Perlu diketahui beberapa sekolah adiwiyata di KBB telah sukses mengukir prestasi hingga tingkat provinsi bahkan skala nasional,”katanya.

Sementara itu, salah satu kepala sekolah adiwiyata SMAN 1 Lembang, Suhandiana Noor mengatakan, program tersebut berhasil diterapkan di lingkungan sekolahnya. Program yang menitik beratkan pada pembentukan karakter sadar lingkungan itu mampu menekan jumlah sampah plastik.

“Siswa kami dibekali dengan kemampuan untuk mengelola sampah hingga mempunyai nilai ekonomi,”katanya.

Ia menambahkan, beberapa produk hasil dari sampah plastik mampu bersaing hingga tingkat provinsi. Bahkan Suhandiana menyebut, saat ini pihaknya tengah mengembangkan sebuah produk sabun dari minyak kelapa bekas.

“Saat ini sedang dilakukan riset terlebih dahulu,”pungkasnya.

Ia berharap, pihak swasta melalui alokasi dana dari Coorporate Social Responsibility (CSR) mampu membantu biaya operasional program sekolah berwawasan lingkungan.

“Kalau biaya sendiri pasti berat, mudah mudahan pihak swasta bisa bantu, agar permasalahan sampah ini bisa ditangani,” harapnya. (Dra)