Pemda Bandung Barat Fokus Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

Ngamprah, BBPOS – Bupati Bandung Barat (KBB), Aa Umbara Sutisna akan terus memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) dalam memaksimalkan kemampuan dan kompetensi tenaga kerja di Bandung Barat.

Umbara mengatakan, dengan konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) diyakini mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Bandung Barat yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Lulusan BLK akan menjadi tenaga kerja yang tidak hanya kompeten dan berdaya saing tinggi tapi juga tersertifikasi sehingga cepat diserap industri,”kata Umbara seusai menghadiri Launching berbasis kompetensi di Ngamprah, Kamis (19/9/2019).

Menurut dia, dengan pelatihan berbasis kompetensi nantinya diyakini mampu membangun SDM yang unggul sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Pasalnya, Pelatihan Berbasis Kompetensi menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan di tempat kerja.

Lalu kata dia, sertifikasi kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif tersebut melalui proses uji kompetensi sesuai standar kompetensi yang dilaksanakan oleh lembaga yang memiliki otoritas.

Umbara menjelaskan, pembekalan keterampilan melalui PBK yang diaplikasikan oleh balai-balai pelatihan kerja menjadi alternatif dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan global yang semakin ketat.

“Dari 8,7 persen pengangguran di Bandung Barat. Saat ini sudah menjadi 7 persen, sebab kita punya target di tahun 2020 minimal mengurangi 2 persen menjadi 5 persen,” ujar dia.

Di sisi lain kebutuhan akan tenaga kerja terampil di Bandung Barat akan semakin bertambah besar. Sebab, di Indonesia hanya Bandung Barat yang baru pertama kali mengadakan Skill Development Center (SDC).

Untuk memaksimalkan peran BLK dalam mencetak tenaga kerja terampil, Pihaknya membuat terobosan melalui program Revitalisasi, Rebranding, dan Orientasi BLK atau yang lebih dikenal dengan sebutan 3R BLK.

Intinya program ini akan menjadikan BLK yang berada di bawah Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) maupun di daerah untuk menciptakan tenaga kerja secara masif dan fokus sesuai dengan kebutuhan industri.

“Artinya Bandung Barat membutuhkan supply tenaga kerja terampil. Terus kita akan melakukan percepatan penyediaan tenaga kerja terampil dengan melibatkan dunia industry, asosiasi pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh,”pungkas Umbara. (Wit)