Musisi dan Petani Kopi Asal KBB, Galang Dana untuk Rafka

Ngamprah, BBPOS – Sejumlah petani kopi dan musisi asal Bandung Barat berencana menggelar acara ‘Music Charity and Lelang Kopi,’ di Cikapungdung Teras Cafe, Kota Bandung, Kamis (18/7/2019) mendatang.

Konser dan lelang kopi tersebut guna membantu biaya pengobatan seorang balita bernama Muhammad Rafka Pebian (2), asal Kampung Tangkil, Desa Sukasari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menderita penyakit tumor di bagian mata.

Menurut Ketua Paguyuban Musisi Bandung Barat, Tongky, kegiatan tersebut adalah bentuk solidaritas sosial dari para musisi KBB.

Ia menjelaskan, musik dan seni tidak hanya berkutat pada sesuatu yang bernilai estetis semata. Namun juga harus mengedepankan solidaritas sosial dan kesadaran kebudayaan.

“Jadi musik itu tidak melulu bagaimana mencipta lagu atau membuat aransemen musik yang indah. Tapi ia juga harus peka terhadap problem sosial. Misalnya, kalau ada yang sakit ya dibantu mencarikan obatnya, kalau dia tak mampu membayar, kita wajib bantu materi sebisanya, kalau masih tidak bisa, ya kita bantu pakai tenaga,” ucapnya, Senin (15/7/2019).

Tongky menjelaskan masyarakat yang hadir dalam konser musik tersebut tidak dipungut biaya dan diperbolehkan request lagu.

Nantinya, kata dia, ada semacam kotak donasi untuk membantu pengobatan Muhammad Rafka Pebian yang saat ini tengah berjuang melawan penyakit tumor.

“Lagu yang dibawakan nanti beragam. Mudah-mudahan hasil donasi yang terkumpul bisa memenuhi biaya pengobatan Dede Rafka,” jelasnya.

Sementara itu, acara lelang kopi juga akan berbarengan dengan kegiatan konser musik tersebut. Petani Kopi KBB telah menyiapkan sebanyak 5 kilogram kopi khas Bandung Barat untuk dilelang pada hari H.

Kopi tersebut akan kemas ulang dan dijual Rp. 50.000 per 100 gram. Seluruh keuntungan dari hasil lelang kopi tersebut akan disalurkan untuk pengobatan Rafka.

“Untuk hari H kita siapkan 5 kilogram. Namun karena antusias nya tinggi, sebelum hari H pun sudah banyak yang membeli atau langsung memberi donasi tanpa membeli produk,” kata salah satu petani Kopi Asal Lembang, Asep Oetoenk Sukarna.

Menurutnya, beberapa orang telah melakukan pemesanan dan donasi lebih dahulu. Jadi saat ini sudah ada dana yang terkumpul sebesar Rp. 1.000.000. “Kita menargetkan hari H bisa terkumpul sebesar Rp.10.000.000,” pungkasnya.