Begini Kesan Almarhum Abubakar Bagi Megahari

Cimahi,BBPOS – Duka mendalam atas meninggalnya mantan Bupati Bandung Barat, Abubakar pada hari Sabtu (13/7/2019) di RS borromeus, Kota Bandung sekitar pukul 00.10 WIB, tidak hanya dirasakan oleh kerabat dan keluarganya saja.

Namun orang-orang yang pernah dekat semasa almarhum masih menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di KBB ini juga sangat merasakan kehilangan.

Rasa kehilangan tersebut cukup dimaklumi juga oleh Megahari Pujiharto, yang pernah menjadi bawahan almarhum. Megahari, pensiunan yang pernah menjabat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) tersebut, menyatakan walau bagaimanapun almarhum banyak jasanya di KBB ini.

“Almarhum sudah memberikan pondasi untuk pembangunan di KBB ini sehingga bisa berjalan sampai sekarang ini,” tuturnya, usai pemakaman almarhum, Sabtu (13/7/2019) di pemakaman keluarga Komplek Perumahan Kota Mas Jalan Kolonel Masturi Cimahi.

Menurutnya, jasa-jasa almarhum cukup besar terhadap masyarakat KBB. Pembangunan gedung perkantoran di Desa Mekar Sari Kecamatan Ngamprah salah satu bukti jasanya.

Selain itu, almarhum juga telah berhasil membangun infrastruktur lainnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Bahkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) KBB-pun telah menikmati jasa almarhum dengan kenaikan TPP.

“Alhamdulillah tugasnya bisa diselesaikan cukup lengkap juga. Dulu sebelum KBB memiliki gedung perkantoran, kita pernah jadi kontraktor (ngontrak), sekarang sudah punya gedung tidak usah ngontrak lagi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Mega yang pernah menjabat pelaksana tugas Sekretaris Daerah KBB selama kurang lebih delapan bulan ini berharap, program pembangunan yang pernah dijalankan almarhum bisa dilanjutkan oleh kepemimpinan era sekarang.

Selain itu, Jasa almarhum semasa hidup jangan dilupakan, terlebih Abubakar merupakan pemimpin yang menancapkan pembangunan KBB.

“Cita-cita almarhum salah satunya ingin meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Inilah salah satu keinginan almarhum yang harus dilaksanakan oleh kepemimpinan yang sekarang,” tutur Megahari, yang pernah ikut membidani lahirnya KBB sebagai daerah otonomi baru. (Nie)