Akses Jalan Bukit Senyum Harus Diperbaiki

Cikalong Wetan, BBPOS – Potensi wisata alam di Kabupaten Bandung Barat belum teroptimalkan dengan baik. Hal tersebut akibat dari akses jalan yang masih belum maksimal.

Demikian ungkap Administrator Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin pada wartawan di Wisata Alam Bukit Senyum, Cikalong Wetan, Selasa (25/6/2019).

Menurutnya, lahan hutan lindung Perhutani di Kabupaten Bandung Barat masih terbilang luas dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Sementara itu, untuk daerah Lembang akses sudah cukup baik, tinggal kawasan Cikalong Wetan dan Cipeundeuy.

“Dari luas lahan 10.500 hektare yang berada di Kabupaten Bandung Barat, baru sekitar 100 hektare yang dimanfaatkan untuk kawasan wisata,”katanya.

Kawasan wisata Bukit Senyum sejak dibuka pada tahun 2016 lalu, baru memanfaatkan lahan seluas 3 hektare. Untuk itu, pihaknya (Perhutani) bekerja sama dengan Pemda Bandung Barat untuk memaksimalkan potensi yang ada.

“Banyak pengunjung yang datang kesini (Bukit Senyum), cuman keluhannya akses jalan. Jalannya berbatu dan kecil,” katanya.

Masih kata Komarudin, keberadaan wisata alam Bukit Senyum memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan baik untuk masyarakat maupun pihak terkait (Pemda KBB dan Perhutani).

“Kita (Perhutani) terbatas, untuk itu kita berkerjasama dengan Pemda Bandung Barat dengan terus membangun sinergitas,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kehadiran Pemda Bandung Barat diharapkan mampu mendongkrak daya tarik wisatawan yang datang. Terlebih, akses jalan yang baik dan lahan parkir yang refresentatif bisa jadi nilai tambah.

“Apalagi Pemda KBB menurunkan beberapa dinas terkait sudah tentu akan memaksimalkan tingkat kunjungan,”ujarnya.

Ia menilai, rencana Pemda Bandung Barat untuk menyediakan lahan parkir diluar kawasan hutan lindung akan berdampak baik bagi lingkungan dan cenderung melestarikan alam.

“Sangat bagus membangun lahan parkir di luar area hutan lindung, tidak akan merusak ekologi. Kita pun dalam membangun tempat wisata mengikuti peraturan yang ada,” pungkasnya. (Dra/Dry).