H-1 Lebaran Harga Daging Sapi Merangkak Naik

Padalarang, BBPOS – Harga sejumlah bahan pokok jelang Lebaran 1440 H, perlahan merangkak naik terutama harga daging sapi yang mengalami kenaikan Rp, 10 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan BBPOS di Pasar Tagog Padalarang, kendati mengalami kenaikan sejak dua hari terakhir namun pembeli masih relatif cukup banyak.

Salah satu pedagang daging sapi, Ade Krisna (32) mengatakan, hari ini daging sapi dijual pada kisaran Rp 130 ribu per kilogram hingga Rp 140 ribu per Kilogram (kg). Harga tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan kondisi normal sebesar Rp 120 ribu per kg.

“Naik Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per Kg. Tergantung jenis yang dibeli, Namun kenaikan ini hanya di H-1 sampai H+1,” ujarnya saat ditemui di Pasar Tagog Padalarang, Selasa (4/6/2019).

Meskipun mahal kata Ade, permintaan daging sapi terus meningkat jelang Lebaran. Walau demikian, penjualan tahun ini tidak lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu.

“Kalo tahun lalu, lebih banyak orang-orang bawa dari sini ke kampungnya. Kalau sekarang, mudiknya lebih cepat karena liburnya maju. Mungkin beli dagingnya disana,” jelas Ade.

Beda halnya dengan Yeti (58) penjual daging ayam. Harga daging ayam terpantau stabil, bahkan mengalami penurunan sebesar Rp 3.000 dari harga Rp 38.000 per Kg.

“Beda dengan daging sapi yang saat ini naik, kalo ayam stabil saja dari memasuki bulan puasa seharga Rp 35.000,” jelasnya

Sementara itu, pedagang bumbu Dani (48), mengatakan semua harga bumbu hari ini cukup stabil dari bawang putih, bawang merah dan cabai. Tiga komoditas tersebut, sudah mengalami penurunan sejak dua pekan belakangan.

“Bawang merah, Bawang putih dan bumbu lain saat ini stabil kembali. Meskipun mendekati hari raya,” katanya.

Harga bawang putih saat ini dijual pada harga Rp 35.000 per Kg, bawang merah Rp 20.000 per Kg. Cabai merah keriting Rp 45.000 per Kg, cabai merah besar Rp 50.000 per Kg, cabai rawit merah Rp 30.000 dan cabai rawit hijau Rp 28.000 per Kg.

“Saat naik pun langganan kita tetap ada saja, alhamdulillah bisa stabil kembali. Sebab, dua bumbu ini kalau tidak ada dalam masakan itu tidak ada rasanya pasti,” tandasnya. (wit)