Cerita Pilu di Balik Sepatu Nabila yang Rusak

Batujajar, BBPOS – Tidak semua anak usia sekolah mendapatkan apa yang diinginkan dengan mudah. Cukup dengan merengek dan meminta pada orang tua semuanya terpenuhi.

Salah satunya adalah Nabila, murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Cibodas, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar,Kabupaten Bandung Barat tersebut menjadi korban “bullying” teman-teman sekolahnya.

Video berdurasi 30 detik tersebut kini viral di media sosial yang menampilkan percecokan Nabila dengan tiga orang temannya.

Percecokan tersebut dipicu lantaran sepatu yang dibelinya dengan susah payah dari usahanya mengumpulkan sampah plastik rusak oleh temannya.

Ironisnya, ketiga temannya mengeluarkan kata-kata yang menyepelekan usaha Nabila untuk mendapatkan sepatu sekolahnya itu.

“Tinggal iuran sepatu kamu kita ganti,” kata salah satu temannya.

Dalam video tersebut Nabila menjelaskan dengan nada lantang bahwasannya sepatu yang ia peroleh tidak didapat dengan mudah. Ia harus mengumpulkan sampah plastik lalu ia jual untuk membeli sepatu.

“Saya harus mungut rongsokan dulu, dan aku jual langsung, aku tuh cape dulu mau beli sepatu,” tegas Nabila.

Sebelumnya, ketiga temannya tersebut mengatakan bahwa untuk mengganti sepatunya cukup dengan iuran yang dikumpulkan bersama temannya.

Namun Nabila meminta agar sepatu gantinya yang rusak jangan minta kepada orang tua mereka.

“Kalo kamu mau ganti, jangan minta kepada orang tua,”katanya.

Ketiga teman Nabila secara lantang mengatakan, kalau tidak dari orang tua memang dari mana. Mereka menyebutkan bahwa Nabila hidup masih bergantung kepada orang tua.

“Kalau tidak dari orang tua emang mau dari mana, emang kamu bisa nyari uang sendiri,” katanya.

Lagi-lagi Nabila menjawab dengan suara hati yang ia jadikan menjadi bahasa lisan, untuk menjelaskan apa yang Nabila rasakan selama ini.

“Bapa dan ibu saya sudah meninggalkan saya,” tegas Nabila. (Dra)