262 PNS Baru di KBB Wajib Lumpat

Lembang, BBPOS – 262 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lolos seleksi beberapa waktu lalu, akhirnya menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, bertempat di Hotel Lembang Asri, Rabu (27/3/2019).

Usai kegiatan Bimtek dalam rangka Pembekalan CPNSD 2018 dan Bimtek Bina Insan di Lingkungan Pemkab KBB tersebut, Aa Umbara mengatakan, kepada CPNSD 2018 agar menunjukkan kedisiplinan dalam bekerja. Hal tersebut agar mampu menunjang visi misi KBB yakni Aspiratif, Kreatif, Unggul dan Religius (AKUR) dengan jargon Bandung Barat Lumpat.

“Karena kita memang harus lari harus bekerja tepat waktu, disiplin dan bagaimana nanti bisa implementasikan jargon itu tentunya kita punya cita-cita dan rencana,” ujarnya usai acara Pembekalan CPNSD 2018 dan Bimtek Bina Insan di Lingkungan Pemkab KBB di Hotel Lembang Asri, Rabu (27/3/2019).

Ia mengatakan, jumlah PNS di KBB saat ini dirasa kurang. Pasalnya, dalam satu tahun sebanyak 300 orang PNS memasuki masa pensiun. Sementara itu, dalam kurun waktu lima tahun terakhir Pemda Bandung Barat hanya menerima PNS sebanyak 262 orang.

“Mudah-mudahan ini lebih bisa mewarnai dan mempercepat segala hal. Walaupun dalam lima tahun hanya 262 orang CPNS, yang penting semangat dalam bekerja,” katanya.

Lebih lanjut Aa Umbara mengatakan, 262 orang CPNS ini nantinya ditempatkan diberbagai instansi yang ada sesuai dengan pilihannya. Untuk itu, ia berharap agar tenaga segar di lingkungan Pemda Bandung Barat dapat menunjukkan kinerja terbaiknya.

“Bagaimana kita bisa implentasikan yang kita inginkan. Kebutuhan sebetulnya banyak, tetapi terlalu banyak repot. Secara aturan belanja kita aturannya maksimal 50%, sisanya dialokasikan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Aa Umbara optimis, dengan tenaga yang ada, semua visi misi yang telah menjadi program bisa direalisasikan dan bermanfaat bagi masyarakat Bandung Barat. Oleh karena itu, ia menegaskan tenaga yang baru agar menunjukkan kinerja yang maksimal.

“Dengan PNS yang ada sekarang kalau dibenerin dan maksimalkan bisa jalan, kemarin kita jalan. Sekarang apalagi semuanya bisa dimaksimalkan tinggal niatnya saja. Kalau benar-benar tidak ada masalah kekosongan tetap berjalan sesuai visi dan jargon,” pungkasnya. (Dra)