Akses Jalan Modal Utama Optimalisasi Sektor Pariwisata

Lembang,BBPOS – Kurang memadainya akses jalan menjadi salah satu faktor terhambatnya optimalisasi sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat. Padahal potensi wisata tersebar diseluruh wilayahnya.

Hal itu diungkapkan Bupati Bandung Barat usai rapat paripurna penetapan RPJMD KBB 2018-2023, bertempat di Grand Hotel Lembang, Rabu (20/3/2019).

Menurutnya, akses jalan yang bagus merupakan faktor penting dalam menunjang seluruh potensi yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Tidak terkecuali sektor perdagangan, pertanian, peternakan maupun industri. Namun lantaran terkendala dengan akses jalan, pengembangannya tidak bisa optimal.

“Bukan karena tidak ada potensi. Namun akses jalan. Kalau akses sudah dibedah, potensi PAD-nya bakal terlihat dari tahun ke tahun dan signifikan,” Katanya.

Aa Umbara menjelaskan, sektor pariwisata yang berada di Kabupaten Bandung Barat juga menjadi program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, kawasan KBB kata dia, merupakan gerbang utama orang Jakarta untuk berwisata.

Menurut Umbara, jumlah potensi wisata di KBB yang bisa dikembangkan sekitar 36-40 tempat. Untuk itu, target buka akses jalan tersebut diagendakan rampung pada tahun 2021.

Namun demikian, saat ini Pemkab Bandung Barat akan memprioritaskan dulu beberapa tempat wisata yang siap dioptimalkan. Hal itu dilakukan agar pembangunannya merata dan sesuai kajian terlebih dahulu.

“Kita akan bangun Bumi Perkemahan Terlengkap di Pasir Lentud, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Curug Malela dan Panenjoan Cibedug Kecamatan Rongga, Pusat Kuliner miniature Puncak di Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, tangsi yang dibuatkan glamping di Gunung Buninagara,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, secara bertahap pemerintahan Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan (Akur), akan membuka potensi wisata tersebut hingga menghasilkan PAD dan menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

“Masalah pengangguran, masalah kemiskinan dan berbagai masalah lainnya bisa selesai ketika Pemkab Bandung Barat mengurusi pariwisata. Dengan catatan, semua dinas bekerjasama,” tuturnya.

Untuk mengerjakan semua itu, Umbara menyadari masih terkendala dengan anggaran. Ia berharap baik Pemprov Jabar, maupun pemerintah pusat bisa ikut andil dalam penambahan anggaran.

Sebelumnya, bantuan dari Pemprov Jabar dikisaran Rp70 miliar lebih untuk sektor pariwisata. Ia berharap, jumlah tersebut masih bisa ditambah.

“Daerah kita (KBB) sangat menjanjikan untuk dikembangkan potensi wisatanya. Bahkan bisa disebut KBB ini sebagai gerbangnya Jakarta. Makanya kalau akses jalan dibuka, akan tercapai juga Bandung Barat Bersih, Bandung Barat Caang dan Bandung Barat Bahagia,” tutur Umbara.

Langkah nyata keseriusan Pemkab Bandung Barat untuk mengelola tempat wisata dibuktikan dengan rencana pengelolaannya secara profesional. Pemkab akan menyerahkan pengelolaannya tersebut kepada perusahaan daerah.

“Tidak menutup kemungkinan kita bentuk enam perusahaan daerah untuk memaksimalkan pengelolaanya,” terangnya. (Hens)