Sanksi Persib Bakal Ditinjau Ulang

Jakarta, BBPOS – Restrukturisasi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjadi salah satu pembahasan penting dalam kongres tahunan PSSI. Hal tersebut menjadi angin segar bagi kubu Persib Bandung.

Pasalnya, sanksi yang diberikan kepada Persib atas ulah oknum bobotoh bakalan ditinjau ulang.

Seperti yang dilansir Viva.co.id, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa mengatakan, pihaknya akan merekomendasikan restrukturisasi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dalam rapat tahunan induk sepak bola Indonesia tersebut (PSSI,red).

“Komdis menjadi titik sentral dalam persoalan sepak bola selain wasit. Ributnya pemain dengan pemain, ributnya klub, merasa dirugikan dan seterusnya, maka perlu ada restrukturisasi Komdis dan tata kelola penunjukan wasit,” katanya.

Lebih lanjut Gusti mengatakan, restrukturisasi Komdis PSSI akan berdampak pula pada keputusan (sanksi) yang telah mereka keluarkan kepada klub yang dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran.

Ia menilai ada banyak keputusan Komdis PSSI yang mesti ditinjau ulang.

“Begitu juga dengan sanksi-sanksi yang telah dijatuhkan oleh Komdis. Kebetulan nanti saya yang akan mengetuainya. Putusan-putusan yang telah dijatuhkan Komdis akan ditinjau ulang, salah satunya adalah sanksi kepada Persib Bandung dan masih banyak lagi,” tambahnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hukuman yang telah dijatuhkan Komdis PSSI kepada Persib Bandung pasca insiden pengeroyokan seorang suporter The Jak mania yakni Haringga Sirla hingga tewas oleh oknum Bobotoh saat laga kandang Persib Bandung kontra Persija Jakarta yang digelar di stadion GBLA Bandung, September 2018 lalu.

Akibatnya, Persib Bandung masih harus menjalani sanksi hingga setengah kompetisi tahun 2019 mendatang.

Sementara itu, terkait restrukturisasi Komdis, Gusti mengatakan hal itu akan dibahas pada tataran Komite Eksekutif PSSI.

“Perubahan Komdisnya seperti apa, itu nanti di tataran Exco. Exco akan rapat paling lambat 2 minggu. Kita ingin mencari orang-orang berintegritas,” pungkasnya.

(Editor : Hendra Hidayat)