Nenek Koyah Hidup di Rumah Nyaris Roboh Bersama Anaknya yang Lumpuh

Cipongkor, BBPOS – Pasca sepeninggal sang suami 25 tahun lalu akibat sakit yang diderita, kini Koyah (69) menjalani keseharian dalam rumah tidak layak huni (Rutilahu) bersama anaknya Mursadad (50) yang menderita stroke.

Kehidupan warga asal Kampung Cibungur Rt 03 Rw 07, Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat ini terbilang miris. Betapa tidak, dalam kondisi rumah yang nyaris ambruk dan hidup bersama anak yang sedang menderita sakit (Stroke), ternyata belum pernah tersentuh oleh bantuan pemerintah setempat.

Ironisnya, letak rumah Koyah tidak jauh dari kantor Kecamatan dan rumah dinas camat Cipongkor yang tidak lebih dari 100 meter. Kondisi rumah yang dibalut bilik bambu dengan kondisi lubang menganga dimana-mana, atap kayu yang tua dimakan usia seakan-akan dan ditopang bambu hanya untuk sekedar menunda waktu ambruk, ia hanya bisa berpasrah.

Ma Koyah begitu ia disapa, mengatakan, dalam menjalani hidup sehai-hari wanita tua renta tersebut hanya mengandalkan upah sebagai buruh serabutan dengan penghasilan sekitar Rp 30 ribu setiap kali menggunakan jasanya, Itupun ia peroleh dalam seminggu hanya dua kali.

“Upami aya nu miwarang ngored ema tiasa tuang mun teu aya mah dugi ka teu tuang dua dinteun (Kalo ada yang nyuruh beres-beres ema bisa makan kalau tidak terkadang tidak makan selama dua hari),” ujarnya seraya berkaca-kaca saat BBPOS menyambangi rumahnya, Rabu (2/1/2019).

Ia menjelaskan, betapa repotnya ketika musim penghujan tiba seperti saat ini, lantaran kondisi genteng rumahnya yang sangat buruk, Ma Koyah harus menahan dingin karena genteng tersebut tidak mampu menahan air hujan yang masuk ke ruangan rumahnya.

“Mun cai hujan leubeut, atos we ema mah mucicid (Kalo hujan Ema sudah dipastikan basah kuyup),” ujarnya dengan nada yang lirih.

Namun demikian, ia berharap kepada Pemda Bandung Barat maupun Pemerintahan setempat baik Desa ataupun Kecamatan untuk memberikan bantuan terkait rumahnya yang nyaris roboh dan pengobatan anaknya yang sedang menderita sakit.

“Abi berharap aya bantosan ti pamarentah mudah-mudahan aya nu ngadangu (Saya berharap ada bantuan dari pemerintah kepada kami),” harapnya. (DRY)