Hengki Klarifikasi Kegundahan Kaum Ibu, Terkait Postingannya di Instagram

Ngamprah, BBPOS – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan memberikan klarifikasi terkait keresahan para kaum ibu dengan pernyataannya dalam akun instagram tentang program Sekolah Ibu, Kamis (27/12/2018).

Dalam kolom komentar yang didominasi oleh kaum perempuan tersebut, banyak yang berpendapat bahwa postingan Hengki seolah-olah, tingginya angka perceraian di Bandung Barat disebabkan oleh perempuan.

Hengki mengatakan, Sekolah Ibu merupakan salah satu program prioritas yang didasari atas betapa pentingnya menghasilkan seorang ibu yang berkualitas dalam keluarga. Pasalnya menjadi seorang ibu merupakan tugas yang berat dan dibutuhkan kemampuan dan keilmuan yang mumpuni.

“Saya diberikan arahan oleh Pak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk mempelajari Sekolah Ibu, langsung saya ngontak Walikota Bogor, Bima Arya, yang sudah terlebih dahulu melaksanakan program tersebut,” katanya kepada wartawan usai menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad Saw, di Masjid Ash-Shidiq, Senin (31/12/2018).

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan program Sekolah Ibu melibatkan berbagai ahli di bidangnya termasuk para praktisi, akademisi serta wanita karir. Guna menambah wawasan dan pengetahuan kepada para Ibu.

“Di dalamnya nanti akan melibatkan para dosen, psikolog, serta wanita karir untuk menambah wawasan, salah satunya menekan angka perceraian, ” jelasnya.

Disinggung terkait respon netizen yang merasa tersinggung oleh postingannya tersebut, Hengki Kurniawan mengatakan, pro dan kontra dikalangan masyarakat terkait program yang akan dilaksanakan merupakan hal biasa yang sering terjadi.

“Pro dan kontra yang terjadi pada masyarakat sekarang, itu terkait pemahaman yang berbeda, saya rasa tujuan dan manfaat Sekolah Ibu sangat baik, dan itu sudah ditegaskan oleh Pak Ridwan Kamil,” katanya.

Hengki menghimbau kepada seluruh kaum ibu untuk mengikuti program sekolah Ibu. Lebih lanjut ia mengatakan, banyak manfaat yang akan diperoleh terkait wawasan menjadi seorang ibu yang cerdas dalam keluarga.

“Anggarannya sudah disetujui, tinggal ibu-ibu mengikuti program tersebut gratis, untuk pelaksanaannya nanti akan berkerjasama dengan PKK,” pungkasnya.(Dra)