SDN Citawa Nyaris Ambruk, Pemda KBB Kemana?

Sindangkerta, BBPOS – Seluruh ruang kelas SDN Citawa Sindangkerta nyaris rubuh dengan kondisi ruangan yang memprihatinkan akibat termakan usia dan adanya indikasi pergerakan tanah sekitar lingkungan sekolah.

Berdasarkan pantauan BBPOS, dari keempat ruangan kelas seluruhnya berada dalam kondisi yang sama yakni miring dan nyaris roboh. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah dan orang tua khawatir terhadap para siswa saat melaksanakan aktifitas pembelajaran. Pasalnya, dengan kondisi bangunan yang rapuh bisa saja suatu saat menimpa para peserta didik.

Menurut Kepala Sekolah SDN Citawa, Imas Halimatu Sadiyah menuturkan, kondisi ruangan sekolah saat ini memang membutuhkan penanganan secepatnya dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat. Oleh karena itu, pihaknya telah memberikan laporan secara tertulis kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat terkait ruangan kelas yang nyaris roboh tersebut beserta foto terkini kondisi sekolah SDN Citawa namun belum memperoleh tanggapan.

“Saya sudah membuat laporan tertulis terkait kondisi bangunan sekolah yang saat ini memprihatinkan dan membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi bangunan semakin parah ketika terjadi tanah longsor pada pertengahan tahun 2018 lalu yang menyebabkan seluruh bangunan miring akibat adanya pergeseran tanah. Saat ini, SDN Citawa yang berada tepat di Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, memiliki enam Rombongan Belajar (Rombel) dengan total siswa sebanyak 60 orang.

“Berapapun siswa yang ada sekolah ini harus tetap berdiri, tapi tentunya harus didukung dengan ruang kelas yang aman dan nyaman bagi peserta didik,” jelasnya semangat.

Ia pun berharap, kepada Pemda Bandung Barat agar segera melakukan penanganan untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak. Pasalnya, kegiatan pembelajaran harus tetap berlangsung lantaran proses kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu upaya untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Saya berharap secepatnya mendapat bantuan baik materil maupun non materil,” harapnya. (DRA)