Rahmat Berhasil Melawan Ketidakmungkinan

Rahmat menunjukan salah satu karya busana muslim rancangannya, selasa (27/11/2018) Foto/BBPOS/Hendra

Sindangkerta, BBPOS- BAGI Rahmat Hidayat (25) keterbatasan fisik bukan alasan untuk tidak berkarya dan bermimpi menjadi seorang manusia yang mempunyai banyak manfaat untuk orang lain kendati kondisi tangan dan kaki tidak sempurna seperti manusia lainnya (Difabel).

Warga asal Kampung Ciawitali Bojong Jambu Desa Sindangkerta Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat ini, mempunyai karya luar biasa yang menginspirasi banyak orang terutama generasi muda milenial dibidang fashion. Dari tangan terampil Rahmat lahir gambar desain pakaian muslim yang indah dengan kolaborasi warna cerah nan anggun.

Kebiasaan mendesainnya tersebut berawal sejak berusia 10 tahun karena terinspirasi oleh tokoh desainer indonesia Ivan Gunawan dan drama korea “King of Fashion”. Dari gerakan tangan lembutnya itu, ia sudah berhasil membuat ratusan gambar berbagai gaun muslim indah yang mempunyai nilai ekonomi tingggi.

Dibalik kemampuan yang Rahmat miliki, ia harus melawan semua ketidakmungkinan dan kemustahilan. Betapa tidak, sepintas untuk memegang dan menggerakan pensil saja terlihat sulit dan rumit dengan keterbatasan fisik yang ia miliki. Namun dengan kegigihan dan optimisme tinggi pensil warna itu tunduk untuk bergerak sesuai inspirasi dan imajinasi yang ada dalam benak Rahmat.

“Saya ingin menjadi perancang busana (desaigner) terkenal di Indonesia,” ujarnya kepada BBPOS saat ditemui di rumahnya, Selasa (27/11/2018).

Anak pertama dari 5 bersaudara ini, mempunyai cita cita mulia untuk memberangkatkan orang tuanya ke tanah suci mekkah dari hasil karyanya tersebut. Hal itu menjadi salah satu motivasi Rahmat dalam berkarya selama ini.

“Saya ingin memberangkatkan orang tua saya ke mekkah,” katanya.

Ia mengaku, dalam sebulan mampu menjual 5 sampai 6 gambar perbulan melalui media sosial facebook dengan harga Rp 50.000 untuk setiap gambar hasil rancangan dirinya. Selama ini Rahmat merupakan tulang punggung bagi keluarganya. Pasalnya, sang ayah pergi meninggalkan Rahmat bersama keempat adiknya yang saat ini putus sekolah.

“Saya harap adik saya semuanya bisa sekolah sampai sukses,” ujar Rahmat seraya berkaca-kaca mengakhiri perbincangan bersama BBPOS. (DRA)