Pemda Bandung Barat Kejar Target Tuntaskan Masalah Rutilahu

Cihampelas, BBPOS – Dalam kunjungan kerjanya ke Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Batujajar, Cihampelas, dan Cililin. Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna bersama rombongan meninjau pelaksanaan bedah rumah yang terletak ditiga lokasi yang berbeda, Selasa (13/11/2018)

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, menyambangi proses bedah rumah yang berada ditiga tempat berbeda yaitu Desa Galanggang Kecamatan Batujajar, Desa Panyaruman dan Desa Cihempelas Kecamatan Cihampelas.

Menurut Aa Umbara, dalam kunjungan kerja dengan tema “Bandung Barat Lumpat Ngariksa Lembur”, Pemda Bandung Barat akan menitik beratkan pada program yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya adalah program bedah rumah tinggal tidak layak huni (Rutilahu).

“Di Bandung Barat terdapat kurang lebih 24.000 rumah tidak layak huni,”ujarnya.

Aa Umbara menjelaskan, untuk merealisasikan program tersebut, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit dan tidak bisa hanya bergantung pada APBD saja. Lebih lanjut ia mengatakan, dibutuhkan pula peran serta pihak swasta melalui program Coorporate Social Respinsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan.

“Untuk menangani permasalahan ini (Rutilahu,red), terus terang saya tigak bisa melakukannya sendiri dan mengandalkan biaya dari APBD saja, karena biayayang dibutuhkan tidak sedikit. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif seluruh elemen yang ada di Bandung Barat untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.

Namun demikian, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna kembali menghimbau kepada para pengusaha swasta agar hati nuraninya terketuk untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini. Pasalnya, kemajuan dan kemunduran Kabupaten Bandung Barat membutuhkan peran aktif dan kontribusi positif seluruh elemen masyarakat demi tercapainya masyarakat yang sejahtera.

“Saya yakin jika peran serta perusahaan swasta yang ada di Kabupaten Bandung Barat maksimal, dua sampai tiga tahun kedepan permasalahan ini akan terselesaikan,”pungkasnya. (Dra)