Kopi BURSEL : Kopi Arabika Cita Rasa Dunia

Produk Kopi Burangrang Selatan yang di Gandrungi Para Penikmatnya. Foto: BBPOS/ hendra

Cipada, BBPOS – KOPI arabika java preanger merupakan salah satu jenis kopi asal Indonesia yang terkenal hingga mancanegara. Di Kabupaten Bandung Barat, terdapat salah satu wilayah penghasil kopi arabika dengan kualitas cita rasa luar biasa. Tepatnya berada di Kampung Pasir Manggu, Desa Cipada, Kecamatan Cikalong Wetan.

Salah satu produsen kopi yang mempunyai ciri khas rasa asam tersebut adalah kopi Burangrang Selatan (Bursel) yang dirintis oleh Deni Safari. Sejak melakukan penanaman kopi pada bulan januari tahun 2009, kini dirinya telah memproduksi 4 produk kopi yang sudah dipasarkan kepada masyarakat sejak 3 tahun lalu. Keempat varian produk kopi Bursel tersebut adalah kopi full wash,honey process,natural process dan wine kopi.

Harga kopi Bursel bervariasi berkisar Rp.100.000 sampai dengan Rp. 500.000 per kilogram tergantung dari proses pembuatan dan bentuk produk kopi yang diinginkan, ada roast bean,green bean dan ground kopi (bubuk,red). Untuk memanjakan para penikmat kopi Bursel juga menyediakan kopi dalam kemasan 200 gram dengan harga yang cukup terjangkau yaitu Rp.60.000 sampai Rp. 70.000.

Menurut pemilik usaha kopi Burangrang Selatan, Deni Safari mengatakan, untuk menjaga kualitas rasa dan aroma khas kopi arabika dirinya bersama para petani hanya memanen kopi yang berwarna merah dan kopi yang berkualitas baik agar para penikmat kopi merasa puas dengan citarasa kopi yang dinikmati.

“Kopi hanya dipanen 6 bulan sekali dalam setahun yaitu bulan maret sampai september dan untuk menjaga kualitas rasa kita memanen dengan sistem petik matang,” ujarnya kepada BBPOS, Kamis (25/10/2018).

Deni menambahkan, untuk para penikmat kopi bisa datang langsung menikmati kopi Burangrang Selatan (Bursel) ke kawasan wisata Bukit Senyum setiap hari Sabtu dan Minggu dengan harga yang terjangkau oleh wisatawan yaitu Rp.10.000 sampai dengan Rp.15.000.

“Kita buka di Bukit Senyum setiap akhir pekan,”tambahnya.

Ia bersyukur, keberhasilan dirinya dan masyarakat sekitar dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, tidak lepas dari campur tangan pemerintah daerah baik dari Pemprov Jawa Barat dan Pemda Kabupaten Bandung Barat dalam memberikan pengetahuan kepada para petani kopi dalam merawat serta menangani kopi dari serangan hama.

“Alhamdulillah usaha kopi ini menjadi mata pencaharian untuk para pegiat kopi baik petani dan pengusaha kopi, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan edukasi kepada kami selama ini,”pungkasnya.(DRA)