Berendam di Air Panas Alami Nagrag Parongpong buka 24 jam

Parongpong, BBPOS – ALIRAN air panas yang berasal dari gunung Tangkuban Perahu ternyata mengalir di Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat, hal tersebut menjadi tempat wisata baru yang bisa menjadi pilihan alternatif bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga dengan menikmati panorama air terjun bersuhu hangat.

Terletak diantara desa dan Kecamatan berbeda, Curug Cipanas Nagrak berada tepat di Kampung Cihideung, Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Curug Nagrak memang menjadi tempat wisata yang cocok bagi semua kalangan baik anak-anak,dewasa maupun orang tua. Betapa tidak, fasilitas penunjang bagi pengunjung berupa kamar ganti, toilet, tempat makan dan warung tersedia dengan rapih dan nyaman.

Untuk menikmati keindahan alam Curug Cipanas Nagrak wisatawan tidak harus merogok kocek terlalu dalam, tarif yang dipatok disesuaikan dengan usia dan keadaan, untuk harga tiket orang dewasa Rp. 10.000 dan anak-anak Rp. 5000 lalu untuk kunjungan pada malam hari untuk dewasa Rp.15.000 dan anak Rp. 10.000, sedangkan bagi pengunjung yang ingin bermalam di area sekitar curug Rp. 35.000 sudah termasuk tiket untuk berendam.

Jika anda tidak sempat membawa tikar, di Curug Nagrak juga tersedia jasa penyewaan tikar yang dipatok dengan harga Rp.10.000, selain itu terdapat saung yang bisa digunakan pengunjung untuk dipakai berkumpul dan makan bersama keluarga dengan harga yang relatif murah yaitu Rp.15.000.

Menurut salah satu pengunjung Curug Nagrak, Dara (24) mengatakan, kenyamanan dan keindahan Curug Nagrak memang tidak bisa dipungkiri, dirinya sangat menikmati liburannya kali ini bersama keluarga, dengan semua fasilitas dan kenyamanan yang diperoleh.

“Curug ini nyaman dan menarik karena memiliki air yang hangat,” ujarnya kepada “BBPOS”, Selasa (2/9/2018).

Sementara itu, Marketing Curug Nagrak, menjelaskan,pengelolaan dan pemeliharaan wisata Curug Nagrak oleh dua karang Taruna Desa yaitu Desa Nagrak dan Kancah.

“Curug ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat,” jelasnya.