34 Pakaian Dari Seluruh Nusantara Hadir di Floating Market Lembang

LEMBANG,BBPOS- Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-73, objek wisata floating market Lembang membuka secara resmi wahana baru dengan konsep pengenalan pakaian 34 daerah dari seluruh Nusantara yang diberi nama Window Of Indonesia. Kehadiran wahana baru di objek wisata yang berada dikawasan lembang tersebut, diharapkan menjadi daya tarik baru bagi pengunjung yang datang.

Berdasarkan pantauan BBPOS, dalam acara pembukaan tersebut dimeriahkan oleh 25 seniman dari Padepokan Bambu Banten dengan manampilkan berbagai atraksi menarik, diantaranya debus, seni ketangkasan ular dan penampilan lainnya.

Menurut Owner Floating Market, Perry Tristianto mengatakan, Indonesia dengan keanekaragaman budaya dan seni tersebut menjadi motivasi bagi dirinya untuk lebih mengenalkan ciri khas bangsa kepada pengunjung dengan menampilkan 34 pakaian yang berasal dari seluruh Nusantara serta berbagai ornamen dan cenderamata.

“Kami sengaja membuka wahana Window Of Indonesia yang bertepatan dengan HUT RI ke-73 agar momen ini menjadi momen yang tepat untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada pengunjung,”ujarnya kepada wartawan di Kantor Floating Market, Jumat (17/8/2018).

Ia menambahkan, untuk memaksimalkan konsep wahana tersebut Perry sengaja mengandeng Epoy Production sebagai mitra dalam mewujudkan Window Of Indonesia. Lebih lanjut ia mengatakan, dengan merogoh kocek Rp. 50.000 pengunjung bisa memakai pakaian adat yang berasal dari daerah lain selama satu jam untuk berfoto di kawasan Floating Market.

Sementara itu, pemilik Epoy Production, Popong Sopia S menuturkan, penyewaan pakaian adat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, agar masyarakat lebih mengenali dan merasakan bagaimana rasanya memakai pakaian adat dari daerah lain. Popong berharap, pengunjung lebih mengenali pakaian khas nusantara serta menyadari betapa berharganya warisan budaya leluhur.

“Dengan adanya wahana Window Of Indonesia pengunjung lebih menghargai warisan leluhur,” pungkasnya. (WIT)